KabarSumatra.com— Kemitraan Koperasi Unit Desa (KUD) Sadar Sejahtera, Desa Beliti Jaya, Kabupaten Musi Rawas, dengan Sinar Mas Agribusiness and Food kembali diperkuat melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Melalui program tersebut, sebanyak 1.797 hektare lahan sawit akan diremajakan dengan melibatkan lebih dari 2.000 pekebun mandiri.
Ketua KUD Sadar Sejahtera, Arman Fahmi, mengatakan kemitraan menjadi penting bagi pekebun karena tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan mengelola kebun.
“Kalau tidak bermitra, lebih susah mengurus kebun karena pengetahuan kami terbatas,” ujar Arman.
Baca Juga :
Gerak Cepat Tim Gabungan! Kebakaran Lahan Warga di Lahat Berhasil Padam Sebelum Meluas
Patroli Drone Bantu Deteksi Kebakaran Lahan di Lahat
Dalam pelaksanaan PSR, pekebun juga mendapat pendampingan dari tim Center of Excellence (CoE) PSR Sinar Mas Agribusiness and Food.
Pendampingan mencakup pemenuhan persyaratan program, administrasi hingga akses pembiayaan melalui lembaga perbankan.
Head of PSR Sinar Mas Agribusiness and Food Muhammad Iqbal mengatakan penguatan tata kelola koperasi menjadi salah satu fokus pendampingan.
“Koperasi tidak hanya dipersiapkan agar mampu memenuhi persyaratan PSR, tetapi juga didorong untuk memiliki tata kelola dan administrasi yang semakin baik agar menjadi bankable, sehingga mampu mengakses sumber pembiayaan secara lebih proporsional dan profesional,” ucap Iqbal.
Baca Juga :
Dukung Swasembada Ikan Lahat, PT SMS Sukses Panen Raya 1,6 Ton Lele di Beringin Jaya
Selain PSR, pekebun juga mendapatkan pendampingan teknis berupa penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemupukan, penyemprotan serta pengelolaan kebun. Pekebun juga mendapat akses terhadap bibit unggul Dami Mas.
Pada 2025, KUD Sadar Sejahtera memperoleh bantuan pupuk melalui program sarana dan prasarana BPDP untuk 138 pekebun dengan luas lahan 173,87 hektare.
Kemitraan juga membuka akses pendidikan bagi keluarga pekebun melalui program beasiswa BPDP.
Pendampingan yang diperkuat sejak 2024 membantu calon peserta dalam menyiapkan dokumen, administrasi hingga bimbingan belajar.
Dari sekitar 100 pendaftar, sekitar 80 orang lolos seleksi administrasi dan hingga 20 orang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan jenjang D1, D3 maupun S1.
Arman berharap pendampingan tersebut terus dilanjutkan sehingga semakin banyak generasi muda dari keluarga pekebun yang mendapat kesempatan mengakses pendidikan sekaligus memiliki peluang berkontribusi di sektor perkebunan.
Dengan demikian, kemitraan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun.
Tetapi juga memperkuat kelembagaan pekebun, membuka akses pembiayaan dan pendidikan, serta mendukung keberlanjutan perkebunan rakyat di Musi Rawas.
