KabarSumatra.com— Rekam jejak dedikasi dalam memajukan keilmuan dan kebudayaan membawa Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., meraih apresiasi bereputasi.
Prof. Adil dinilai sangat layak dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Ilmuan Kajian Keislaman Melayu pada ajang HUT KGI (Kabar Grup Indonesia).
Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Tim Awarding HUT KGI, Uslimin Usle, setelah melakukan pencermatan mendalam terhadap kontribusi akademis Prof. Muhammad Adil dalam dunia pendidikan tinggi dan riset kebudayaan.
“Setelah melakukan pencermatan, Prof. Adil ternyata banyak melakukan dan mengembangkan riset, tercatat mungkin ada sekitar 55 riset yang telah beliau selesaikan di UIN Raden Fatah. Salah satu fokus riset yang sangat menarik adalah keterkaitan erat antara tradisi Islam dengan masyarakat Melayu,” ujar Uslimin Usle.
Baca Juga :
Menag Nasarudin Dorong Penerapan Ekoteologi di Kampus UIN Raden Fatah, Ini Poin Pentingnya
Uslimin mengungkapkan, ketertarikan Prof. Adil terhadap sejarah Melayu dan Kedatuan Sriwijaya menjadi nilai tambah yang langka.
Menurutnya, jarang ada tokoh akademisi yang secara konsisten dan fokus mengkaji ranah tersebut secara komprehensif.
Di bawah kepemimpinannya, UIN Raden Fatah ditransformasikan menjadi laboratorium riset aktif, khususnya dalam menggali interaksi antara ajaran Islam dan budaya lokal Melayu.
Keahlian Prof. Adil yang terbagi dalam tiga fokus utama keilmuan dinilai memberi warna baru bagi penguatan identitas budaya di Nusantara.
Baca Juga :
Pemkot Palembang Sambut Zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Pererat Hubungan Budaya
“Beliau punya kepedulian tinggi terhadap budaya Melayu dan tradisi Islam, di samping kiprahnya sebagai tokoh pendidikan. Hasil riset Prof. Adil bersama tim akademisi ini memiliki dampak positif yang nyata dan bisa menjadi penjernih di tengah tantangan sosial masyarakat,” tambah Uslimin.
Menjaga Akar Tradisi, Menjawab Problem Bangsa
Tim Awarding KGI berharap hasil-hasil penelitian yang dikembangkan dari UIN Raden Fatah dapat disosialisasikan lebih luas, tidak hanya di Sumatra Selatan tetapi juga menyebar ke seluruh Pulau Sumatera.
Langkah ini penting agar keterikatan antara kultur Melayu dan tradisi Islam tetap terjaga dan tidak luntur di tengah gempuran arus modernisasi.
Pendekatan tradisi dan budaya lokal juga dinilai ampuh dalam menyelesaikan berbagai problem bangsa.
Terlebih, konstitusi Indonesia hingga Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru turut mengakui keberadaan hukum adat serta masyarakat hukum adat (the living law).
Melalui penghargaan ini, KGI berharap perguruan tinggi tidak lagi terjebak menjadi “menara gading” yang terisolasi dari realitas sosial.
“Banyak kampus yang relatif diam dan tidak menyuarakan persoalan masyarakat. Prof. Adil membuktikan bahwa riset kampus bisa hadir memberi solusi. KGI berharap para tokoh penerima penghargaan ini terus eksis dan menunjukkan kelayakan mereka sebagai pemikir yang berdampak,” jelasnya.













