KabarSumatra.com-– Sebanyak lima putri berbakat asal Sumatra Selatan (Sumsel) dipastikan melangkah ke panggung nasional.
Mereka bakal mewakili Provinsi Sumsel dalam dua ajang bergengsi, yakni Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 serta Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026.
Regional Director Putri Anak & Remaja Sumsel, Bimbo Titaley, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat.
Tetapi juga sarana efektif mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya kain batik khas Sumatra Selatan.
Baca Juga :
Cetak Agent of Change Energi Berkelanjutan, Kilang Plaju dan R&P Sumatera Edukasi Generasi Muda
AXIS SHORTIES 2026 Resmi Dibuka, Saatnya Kreator Muda Unjuk Gigi Bikin Micro-Drama!
“Para finalis di kategori batik memiliki misi untuk mempromosikan keunikan, sejarah, hingga filosofi warna batik khas Sumsel. Ini menjadi bagian dari komitmen kita mengenalkan warisan kain nusantara asli dari daerah,” ungkap Bimbo, Minggu (20/9/2026).
Selain mengusung misi kebudayaan, ajang ini juga menyeleksi kemampuan, talenta, serta jiwa kepemimpinan para peserta.
Bimbo menambahkan, wakil Sumsel diharapkan mampu menjalankan peran advokasi serta edukasi sejarah daerah.
Sekaligus menjadi role model positif bagi anak-anak muda di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.
Baca Juga :
Beli Kuota, Kesempatan Tamasya! by.U Ajak Anak Muda Sumbagsel Jelajahi Bali Utara hingga Vietnam
OJK Sumsel Dorong 100.000 Sultan Muda Berdaya Saing Melalui Onboarding Day 2026
Afiqah Khalia Zahirah, Puteri Batik Cilik Sumatra Selatan 2026 mengatakan akan menjelaskan batik yang berasal dari OKI, Sumsel.
“Batik OKI ini motifnya terinspirasi dari kekayaan alam karena terdapat tiga motif yakni perahu, batang bambu dan buah duku,” ujarnya.
Clarissa Mecania Adivasa, Puteri Batik Cilik Sumatra Selatan yang masih berusia 11 tahun ini mengaku akan berusaha menggugah generasi muda agar ikut turut melestarikan batik karena batik sudah menjadi identitas bangsa.
Callysta Queenycia, Puteri Anak Indonesia Sumatra Selatan, mengungkapkan komitmennya untuk menumbuhkan jiwa kepedulian sosial di kalangan anak-anak dengan mengoptimalkan potensi lokal daerahnya.
“Saya ingin mengajak teman-teman sebaya untuk lebih peduli terhadap sesama. Melalui berbagai kegiatan sosial yang mengangkat potensi daerah Sumsel, kita tidak hanya membantu sesama tetapi juga belajar mencintai dan mengenalkan kekayaan daerah kita sendiri,” ujar Callysta.
Sementara itu, Fahrani Mutia Khanza sebagai Puteri Remaja Indonesia Sumatra Selatan menekankan pentingnya pengembangan karakter positif bagi para remaja masa kini.
“Masa remaja adalah waktu terbaik untuk mengeksplorasi potensi diri. Saya ingin menginspirasi teman-teman remaja di luar sana agar fokus mengembangkan skill dan minat mereka ke arah yang positif demi meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Fahrani.
Dari kelima nama tersebut, Charisa Hani menjadi satu-satunya kontestan yang mewakili Kota Lubuklinggau.
Pemegang gelar Puteri Batik Remaja Indonesia Sumsel ini berencana memperkenalkan Batik Tunjung Langit di pentas nasional.
Batik Tunjung Langit merupakan karya budaya khas Lubuklinggau yang terinspirasi dari tanaman lokal yang tumbuh menjulang tinggi.
“Secara filosofis, batik ini melambangkan nilai ketuhanan, ketangguhan, serta penghormatan pada kehidupan masyarakat. Motifnya juga memuat ikon kopi yang menjadi salah satu sumber daya alam andalan di Lubuklinggau,” jelas Hani.
Melalui promosi Batik Tunjung Langit ini, Hani berharap identitas dan potensi wisata daerahnya makin dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda.
Berikut daftar wakil Sumatra Selatan yang akan bersaing di tingkat nasional
Fahrani Mutia Khanza – Puteri Remaja Indonesia Sumatra Selatan
Callysta Queenycia – Puteri Anak Indonesia Sumatra Selatan
Charisa Hani – Puteri Batik Remaja Indonesia Sumatra Selatan
Clarissa Mecania Adivasa – Puteri Batik Cilik Sumatra Selatan
Afiqah Khalia Zahirah – Puteri Batik Cilik Sumatra Selatan 2
