Sumsel

Perkuat Kesiapsiagaan Darurat, PGN Area Palembang Uji Kesiapan Penanganan Kebakaran

Perkuat Kesiapsiagaan Darurat, PGN Area Palembang Uji Kesiapan Penanganan Kebakaran

KabarSumatra.com– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memastikan penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) termasuk dalam kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat.
Oleh karena itu, PGN Area Palembang menguji kesiapan dan respons cepat melalui simulasi penanganan keadaan darurat atau emergency drill di Offtake Station Gas Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Rabu (23/9/2026).
Simulasi ini dirancang dengan skenario berjenjang yang menggambarkan potensi keadaan darurat di fasilitas operasional, mulai dari kebocoran gas akibat gangguan pada komponen hingga berkembang menjadi kebakaran.
Melalui simulasi ini, PGN tidak hanya menguji kemampuan respons personel di lokasi, tetapi juga efektivitas prosedur, kecepatan penyampaian informasi, pengamanan area, hingga koordinasi antar fungsi dan pihak terkait dalam penanganan insiden sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam simulasi, keadaan darurat diawali dengan peningkatan tekanan atau overpressure yang menyebabkan kebocoran pada valve berdiameter 6” FE-033-190-BV-010 dan berkembang menjadi kebakaran di area metering.
Kondisi tersebut kemudian disimulasikan semakin meningkat akibat adanya kenaikan tekanan pada sisi upstream yang menyebabkan terganggunya integritas komponen valve hingga terjadi kebocoran gas.
Situasi semakin kompleks ketika terjadi gangguan listrik yang menjadi sumber penyalaan (ignition source) sehingga memicu kebakaran di area tersebut.
Melalui kegiatan ini, PGN Area Palembang tidak hanya menguji respons personel di lokasi kejadian, tetapi juga memastikan setiap tahapan penanganan dapat berjalan secara terkoordinasi.
Tahapan tersebut mencakup identifikasi kondisi darurat, penyampaian informasi, pengamanan area, penanganan sumber bahaya, hingga proses komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Hal yang paling penting dari simulasi ini adalah membangun kesiapan bersama. Ketika kondisi darurat benar-benar terjadi, setiap personel harus mengetahui apa yang perlu dilakukan, mampu merespons dengan cepat, dan saling berkoordinasi agar situasi dapat ditangani dengan baik,” ujar Braman Setyoko, Area Head PGN Area Palembang.
Braman menambahkan, kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat perlu dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkala.
Dengan adanya simulasi, setiap personel diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga dapat meminimalkan risiko serta memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, aset, dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Pelaksanaan emergency drill sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi PGN Area Palembang untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dalam sistem tanggap darurat.
Hasil evaluasi selanjutnya dapat menjadi masukan untuk meningkatkan efektivitas prosedur, kesiapan personel, serta koordinasi antar fungsi maupun dengan pihak eksternal yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, PGN Area Palembang menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya HSSE yang kuat dengan menempatkan keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas operasional.
Kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat diharapkan tidak hanya terbentuk melalui prosedur tertulis, tetapi juga melalui pemahaman, latihan, dan koordinasi yang dilakukan secara konsisten untuk menjaga keselamatan dan keandalan operasional penyaluran gas bumi.
Exit mobile version