Langsung ke konten
Sumsel

Aisyah Anggraini Bawa Semangat Pembelajaran AI ke Sumsel Usai Jadi Finalis Terpujilah GURU Telkomsel

Membanggakan, Aisyah Anggraini, guru SMA Negeri 1 Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, berhasil menembus Top 12 nasional Program Terpujilah Guru yang digagas Telkomsel.

Redaksi
Aisyah Anggraini Bawa Semangat Pembelajaran AI ke Sumsel Usai Jadi Finalis Terpujilah GURU Telkomsel (Foto : Dok Telkomsel)
Aisyah Anggraini Bawa Semangat Pembelajaran AI ke Sumsel Usai Jadi Finalis Terpujilah GURU Telkomsel (Foto : Dok Telkomsel)

KabarSumatra.com-- Membanggakan, Aisyah Anggraini, guru SMA Negeri 1 Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, berhasil menembus Top 12 nasional Program Terpujilah Guru yang digagas Telkomsel.

Aisyah berhasil melewati seleksi dari sekitar 4.000 peserta hingga masuk Top 400, Top 80 dan akhirnya Top 12.

Pencapaian tersebut membawanya mewakili Sumatera Selatan sekaligus membawa nama sekolah ke tingkat nasional.

“Bangga sekali karena bisa mewakili Sumsel dan membawa nama sekolah. Tentunya saya ingin memberikan yang terbaik,” ujar Aisyah.

Menariknya, Aisyah mengetahui program tersebut dari Instagram, karena belum mendapat sosialisasi langsung, ia sempat memastikan ke admin Telkomsel melalui DM apakah program tersebut benar-benar resmi.

“Saya tanya melalui DM, apakah benar Terpujilah Guru ini program Telkomsel. Alhamdulillah dijawab benar, jadi saya pastikan dulu informasinya,” katanya.

Selama mengikuti program, Aisyah mendapatkan berbagai pelatihan terkait pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Guru dibekali pemahaman bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu untuk mencari ide dan mengembangkan kreativitas pembelajaran.

Peserta juga ditantang membuat berbagai produk pembelajaran, seperti poster, LKPD, PPT hingga kuis berbasis HTML.

Aisyah yang merupakan guru Fisika membuat materi yang disesuaikan dengan mata pelajaran dan kebutuhan siswa.

“Jadi hasilnya bisa langsung digunakan dalam pembelajaran. Kalau saya guru Fisika, tugasnya juga dibuat sesuai materi Fisika,” jelasnya.

Selain AI, peserta juga belajar membuat konten edukasi, mulai dari menentukan hook, menyampaikan pesan hingga editing menggunakan platform digital.

Aisyah kemudian membuat konten Fisika yang mengangkat hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti alasan penggunaan kayu atau plastik pada pegangan panci.

Para peserta juga diarahkan mengikuti sertifikasi Google Educator, termasuk Level 1, Level 2 dan Gemini.

Menurut Aisyah, pembelajaran tersebut semakin memperkaya kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Bukan hanya teknologi, kami juga belajar memahami kebutuhan murid, psikologi dan bagaimana membuat pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak,” ujarnya.

Setelah berhasil masuk Top 12, Aisyah mengikuti bootcamp di Jakarta pada 20-24 September.

Ia berharap pengalaman dan ilmu yang didapat dapat diterapkan di SMA Negeri 1 Pemulutan Barat serta memberikan manfaat langsung bagi siswa.

“Sebagai guru kita harus terus belajar. Apa yang kami dapatkan di program ini mudah-mudahan bisa diterapkan di sekolah dan bermanfaat untuk murid,” jelasnya.

Berlangsung sejak Mei 2026, Terpujilah GURU menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA.

Melalui kegiatan roadshow di Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan dan Batam.

Serta pembelajaran daring. 1.500 peserta terpilih mengikuti proses bertahap. Mulai dari seleksi, akademi daring bagi 400 guru, pendampingan untuk 80 guru, hingga pelatihan intensif secara luring bagi 12 finalis terbaik di Jakarta.

Kurikulum Terpujilah GURU dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung digunakan.

Peserta mempelajari pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, produktivitas dan penyusunan instruksi AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, serta pengujian digital.

Setiap peserta juga menyusun karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

“Kami melihat Bapak dan Ibu guru sangat siap bertransformasi, tanpa meninggalkan pembangunan kompetensi dasar anak-anak kita. AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah GURU ini,” ujar Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan.

Dengan penerapan AI secara tepat di dunia pendidikan, ia berharap bisa melihat bangsa Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan baik, mandiri, dan bersaing dengan bangsa lain, terutama dalam kecerdasan buatan.

Pada penghujung program, sebanyak 12 guru terbaik mempresentasikan karya dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama program.

Kegiatan Terpujilah Guru menunjukkan bahwa Telkomsel selalu Memberikan Kesempatan Bersama Untuk Maju, Terpujilah Guru dapat menjadi bagian dari perluasan manfaat digital.

Sekaligus untuk terus mendekatkan manfaat teknologi dengan kebutuhan pengajar guna meningkatkan kemampuan anak didik demi kemajuan bangsa.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua