KabarSumatra.com— Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan yang ramah, terbuka, setara, dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., dalam kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang.
Ratu Dewa mengapresiasi DPD GERKATIN Sumatera Selatan, DPC GERKATIN Kota Palembang, PUSBISINDO Sumatera Selatan, panitia, serta seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Baca Juga :
OJK Dorong Transformasi Layanan Bank Agar Lebih Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas
Penantian 12 Tahun, DPRD dan Pemkot Palembang Setujui Raperda Pemajuan Kesenian
Tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan hak bagi warga Tuli dalam berkomunikasi, memperoleh pendidikan, mendapatkan pelayanan publik, berkarya, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai perbedaan cara berkomunikasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang.
Karena itu, diperlukan lingkungan yang mampu mengakomodasi keberagaman dan memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.
Baca Juga :
Cegah Stunting di Kecamatan Sako, TP PKK Palembang Salurkan Makanan Olahan Ikan ke Balita
Berdasarkan informasi panitia, sekitar 300 teman Tuli hadir dalam kegiatan tersebut.
Jika ditambah orang tua, anak-anak Tuli, komunitas, dan masyarakat umum, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Besarnya partisipasi masyarakat dinilai menunjukkan semakin tumbuhnya semangat untuk membangun ruang yang inklusif di Kota Palembang.
Ratu Dewa juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap komunitas Tuli.
Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan budaya Tuli yang perlu dihormati dan dipahami.
Semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, semakin besar pula peluang untuk mengurangi hambatan komunikasi yang dihadapi teman-teman Tuli dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Kota Palembang, lanjut Ratu Dewa, berkomitmen mendorong pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Prinsip inklusivitas diharapkan dapat diwujudkan secara nyata melalui akses terhadap pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, ruang publik, dan berbagai layanan pemerintah.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Pada 2024, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan 100 alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas.
Hal itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup masyarakat penyandang disabilitas.
Rangkaian Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan.
Mulai dari pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, penampilan seni teman-teman Tuli, hingga edukasi mengenai Bahasa Isyarat Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara komunitas Tuli dan masyarakat luas.
Interaksi yang terbangun diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mengurangi stigma dan hambatan sosial yang masih dihadapi penyandang disabilitas.
Ratu Dewa turut mendorong teman-teman Tuli untuk terus berkarya, berprestasi, berorganisasi, dan mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.
Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang terus memberikan dukungan, pendampingan, serta perhatian kepada anak-anak dan anggota keluarga Tuli.
Pemerintah Kota Palembang berharap momentum Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tahun ini.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan Kota Palembang yang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warga.
Kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat bersama dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.













