KabarSumatra.com— Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi.
Izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1148/B/O/2026 di Jakarta pada 1 Oktober 2026.
Dengan terbitnya keputusan tersebut, UIN Raden Fatah Palembang memiliki dasar hukum untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran.
Program Studi Kedokteran Program Sarjana menjadi jalur pendidikan akademik, yang selanjutnya dapat dilanjutkan dengan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga :
Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel, Mahasiswa Bisa Ikut Program Virtuship
Pembukaan kedua program studi ini menjadi langkah baru bagi UIN Raden Fatah Palembang dalam memperluas pengembangan bidang keilmuan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi di bidang kesehatan.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan bahwa diperolehnya izin pembukaan kedua program studi tersebut menjadi langkah penting bagi UIN Raden Fatah dalam memperluas bidang keilmuan, khususnya di bidang kesehatan.
“Ini merupakan langkah penting bagi UIN Raden Fatah Palembang dalam mengembangkan bidang keilmuan, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, UIN Raden Fatah tidak hanya mengejar terbitnya izin, tetapi juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan awal untuk penyelenggaraan program studi kedokteran.
Baca Juga :
63 dari 66 Titik Api Ada di Luar Daerah, Asap Karhutla Memperburuk Udara Kota Palembang
Luar Biasa! Telah Donor Darah Lebih dari 100 Kali, 4 Warga Palembang Diberangkatkan Umrah
“Kita akan mempersiapkan penyelenggaraannya dengan sebaik-baiknya agar ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait penerimaan mahasiswa baru, UIN Raden Fatah Palembang belum menetapkan jadwal pendaftaran untuk Program Studi Kedokteran.
Rektor menyebutkan, penerimaan mahasiswa baru untuk semester ganjil tahun ini kemungkinan tidak dilakukan karena masa penerimaan telah berakhir.
“Masa penerimaan mahasiswa baru sepertinya sudah selesai untuk semester ganjil tahun ini. Namun demikian, kami akan melakukan koordinasi dengan bagian terkait,” kata Muhammad Adil.
Selanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk menentukan mekanisme dan waktu penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran.
Dengan demikian, informasi mengenai pendaftaran akan disampaikan setelah tahapan persiapan dan koordinasi internal selesai dilakukan.













