KabarSumatra.com— Melindungi kesehatan masyarakat di tengah aktivitas, Pemerintah Kota Palembang membagikan 15.000 masker gratis secara serentak di sejumlah persimpangan jalan utama.
Pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam, dengan melibatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik strategis.
Termasuk kawasan lampu merah Angkatan 66 dan ruas Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), Palembang.
Baca Juga :
Tinjau Lokasi Karhutla di Palembang, Menko Polkam Minta Pelaku Pembakaran Lahan Ditindak
741 Lahan Terbakar hingga Oktober, Pemkot Palembang Perketat Patroli di 8 Kelurahan Rawan Karhutla
“Kegiatan hari ini kita serentak, instruksi Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Kita membagikan masker di setiap persimpangan yang ada di Kota Palembang,” ujar Aprizal Hasyim.
Sebanyak 15.000 masker dibagikan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.
Penerima masker meliputi pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, serta warga yang melintas di lokasi pembagian.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Palembang berharap masyarakat dapat memanfaatkan masker yang diberikan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga :
Bantu Ekonomi Warga Terdampak Karhutla, ASN Palembang Galang 22 Ton Bantuan Beras
63 dari 66 Titik Api Ada di Luar Daerah, Asap Karhutla Memperburuk Udara Kota Palembang
Aprizal juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Menurutnya, menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
“Kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Karena ini berpotensi menimbulkan asap, mencemari udara, serta mengganggu kesehatan,” pungkas Aprizal.













